Tampilkan postingan dengan label asipah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asipah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Agustus 2019

Published Agustus 13, 2019 by with 0 comment

KITA DAN EKOSISTEM




Pengertian Ekosistem


Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fi sik sehingga aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara organisme dan anorganisme.

Matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada. Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersama-sama dengan lingkungan fi sik sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fi sik, sebaliknya organisme juga mempengaruhi lingkungan fi sik untuk keperluan hidup.

Komponen pembentuk ekosistem dibagi dua, yaitu biotik dan abiotik. Komponen biotik adalah berupa berbagai makhluk hidup yang ada di dalam suatu ekosistem. Berdasarkan peranannya didalam ekosistem, komponen biotik dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu: produsen (tumbuhan), konsumen (pemangsa) dan pengurai (detritus). Sedangkan komponen abiotik adalah merupakan komponen ekosistem berupa benda tak hidup yang terdapat disekitar makhluk hidup. Komponen abiotik yang berpengaruh pada ekosistem yaitu: air, suhu, iklim, cahaya matahari, kandungan garam, tanah dan batuan.

Saling Ketergantungan Makhluk Hidup dalam Sebuah Ekosistem

Tuhan menciptakan makhluk hidup yang ada di permukaan bumi, adalah untuk saling memberi manfaat. Tidak ada hewan dan tumbuhan yang diciptakanNya sekecil apapun bentuknya yang tidak ada nilai manfaatnya. Bahkan kalau kita belum mampu melihat nilai manfaatnya, hal itu menjadi penanda begitu terbatasnya pengetahuan kita, sehingga belum mampu memecahkan misteri dari Sang Pencipta. Tentu saja ada hubungan saling ketergantungan antara makhluk hidup satu dengan yang lainnya. Makhluk hidup juga mempunyai hubungan ketergantungan dengan lingkungannya..

Hubungan Antar Makhluk Hidup, dapat digambarkan dalam beberapa defi nisi berikut ini:

1. Simbiosis
Simbiosis yaitu hubungan ketergantungan antara dua makhluk hidup atau lebih yang hidup ber sama yang membentuk hubungan yang khas. Yang dibedakan menjadi tiga bentuk hubung an, yaitu:

a. Simbiosis Mutualisme
Simbiosis mutualisme adalah hubungan khas antara dua makhluk hidup atau lebih yang saling menguntungkan. Contoh simbiosis mutualisme adalah antara lebah de ngan bunga, kupu-kupu dengan bunga dan kerbau dengan burung jalak pemakan kutu.

b. Simbiosis Parasitisme
Simbiosis parasitisme adalah hubungan khas antar makhluk hidup yang merugikan satu pihak dan menguntungkan pihak lainnya. Contoh simbiosis parasitisme yaitu tum buhan tali putri dengan tumbuhan inang yang di tumpanginya, pohon benalu dan tumbuhan inang yang ditumpanginya.

c. Simbiosis Komensalisme
Simbiosis komensalisme adalah hubungan yang khas antar makhluk hidup yang meng un tungkan satu pihak tetapi tidak merugikan pihak lainnya dan tidak memperoleh keuntungan apapun dari hubungan tersebut. Contoh simbiosis komen salisme adalah hu bungan antara tanaman hias tanduk rusa dengan pohon inangnya begitu juga dengan hu bungan antara bunga anggrek dengan pohon inangnya. Tumbuhan tanduk rusa tidak mengambil makanan dari pohon inang, begitu juga dengan pohan inang tidak dirugikan dan tidak diuntungkan.


2. Rantai Makanan
Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan antar makhluk hidup dengan urutan tertentu. Contoh rantai makanan yaitu rumput dimakan kambing dan kambing dimakan singa. Di dalam rantai makanan ada tingkatan yang disebut produsen, konsumen dan pengurai. Tumbuhan disebut sebagai produsen karena hanya tumbuhan yang dapat membuat atau pemproduksi makanan sendiri. Hewan herbivora atau pemakan tumbuhan disebut konsumen tingkat I, sedangkan hewan yang memakan konsumen tingkat I disebut konsumen tingkat II begitu seterusnya.

Di dalam rantai makanan makhluk hidup yang mati diuraikan atau di busukan oleh pengurai (seperti jamur, bakteri dan cacing). Proses pembusukan atau penguraian ini menghasilkan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Beberapa rantai makanan dapat saling berhubungan membentuk jaring-jaring makanan.

Contoh rantai makanan perumput :


Contoh rantai makanan detritus/decomposer/pengurai
Rantai makanan yang tidak dimulai dari tumbuhan, tetapi dimulai dari detritus sebagai trofi k
awalnya.
Detritus → Detritivora → Karnivora

Contoh rantai makanan detritus adalah seresah atau dedaunan dimakan cacing tanah, cacing
tanah dimakan bebek, dan bebek dimakan manusia.

3. Jaring-jaring Makanan

Di alam semesta yang sangat beragam ini, satu produsen tidak hanya dimakan oleh hanya satu organisme/konsumen pertama. Tetapi bisa dimakan oleh lebih dari satu jenis konsumen pertama. Satu jenis konsumen pertama dapat dimakan lebih dari satu jenis konsumen kedua dan seterusnya. Jadi rangkaian makan dan dimakan/rantai makanan yang saling berkaitan lebih dari satu rangkaian itulah yang disebut dengan jaring-jaring makanan, lebih jelasnya peristiwa tersebut diilustrasikan pada bagan dibawah ini:

Contoh: Jaring-jaring makanan pada ekosistem sawah



SILAHKAN KERJAKAN TUGAS





Lanjut Baca
      edit
Published Agustus 13, 2019 by with 0 comment

BESARAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI





Perhatikan di sekitar kita! Apa yang hendak kita lakukan jika kita hendak mengukur panjang, massa* (yang dimaksud adalah ‘berat’ dalam istilah sehari-hari*), atau waktu? Barangkali kita sudah mengenal beberapa alat ukur yang ada di sekitar, seperti mistar (pengukur panjang), timbangan (pengukur massa), jam/ arloji/ stopwatch (pengukur waktu), thermometer (pengukur suhu), dan lain sebagainya. 

Amati bahwa setiap alat pengukuran tersebut ternyata mempunyai skala yang digambarkan sebagai susunan garis-garis yang teratur. Selanjutnya amati skala pada masing-masing alat ukur tersebut.

Perhatikan gambar di atas. Tampak mistar dengan satuan cm tertulis. Skala pada alat ukur mistar tersebut adalah 1 cm ditunjukkan pada garis-garis dengan bilangan berurutan 0, 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya. Perhatikan bahwa jarak pada 0 ke 1 adalah 1 cm, begitu juga jarak dari 1 ke 2, 2 ke 3, 3 ke 4, 4 ke 5, dan seterusnya…. adalah 1 cm. 
Maka dikatakan skala alat ukur tersebut adalah 1 cm.

Untuk mengubah satuan pengukuran ke satuan internasional, pertama-tama kita perlu mengetahui beberapa satuan internasional, yaitu:

1. Besaran Pokok

Besaran panjang : Satuannya meter (disingkat m)
Besaran waktu : Satuannya detik (disingkat det atau ‘s’ singkatan dari second dalam bahasa Inggris)
Besaran massa : Satuannya kilogram (disingkat kg sama dengan satuan berat dalam kehidupan sehari-hari)
Besaran suhu : Satuannya celcius (disingkat °C)

2. Besaran Turunan

Besaran luas : Satuannya meter persegi (disingkat m2 )
Besaran volum : Satuannya meter kubik (disingkat m3 )
Besaran kecepatan : Satuannya meter per detik (ditulis m/ det )
Massa jenis atau berat jenis : Satuannya kilogram per meter kubik (ditulis kg/m3)
Besaran pokok ada tujuh, antara lain :
1. Panjang,
2. Massa,
3. Waktu,
4. Suhu,
5. Kuat arus,
6. Intensitas cahaya, dan
7. Jumlah zat.
Pada pembahasan saat ini hanya dibahas tiga besaran pokok yang paling berpengaruh dan berperan dalam pengukuran sehari-hari, yaitu:
1. Besaran panjang, juga meliputi lebar, tebal, tinggi, jarak, jari-jari, diameter, keliling.
2. Besaran massa, atau biasa dikenal sebagai ‘berat’ dalam konteks kehidupan sehari-hari

3. Besaran waktu

Besaran pokok yang lainnya akan dibahas pada saat yang bersesuaian dengan pokok bahasan, misalnya mengenai besaran kuat arus listrik akan dibahas pada pokok bahasan mengenai listrik. Selain besaran pokok terdapat besaran turunan. Besaran turunan merupakan hasil kombinasi dari beberapa besaran pokok, misalnya luas, volum, dan kecepatan.


Contoh :
1. Luas merupakan hasil kombinasi dari dua besaran panjang, yaitu panjang dan lebar.
Luas = panjang x lebar
(satuannya m x m = m2)

2. Volume merupakan hasil kombinasi dari tiga besaran panjang, yaitu panjang, lebar, dan tinggi.
Volume = panjang x lebar x tinggi ( untuk balok )
(satuannya m x m x m = m3)

3. Kecepatan merupakan kombinasi dari besaran panjang dan besaran waktu.
Kecepatan = jarak/waktu
(satuannya m/s)

Keterangan:
‘Massa’ dan ‘berat’ merupakan istilah yang sama dalam kehidupan sehari-hari, namun dibedakan dalam konteks fi sika. Massa suatu benda selalu tetap dimanapun berada, sementara berat benda dipengaruhi oleh gravitasi. Oleh karena itu benda bermassa 1 kg, beratnya di bumi 1 kg. Namun di bulan yang pengaruh gravitasinya sangat rendah, berat benda itu hanya sekitar 0,17 kg, tapi massanya dianggap tetap 1kg.

Contoh:
Suatu alat ukur timbangan dengan penunjuk satuan skala seperti berikut



Berapa satuan skala pada alat ukur tersebut?
Jawab:
Untuk setiap skala 100 terdapat 2 garis penunjuk. Artinya untuk setiap satu skala:


jadi satuan skala alat ukur tersebut adalah 50 gram


Lanjut Baca
      edit