Tampilkan postingan dengan label materi 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label materi 2. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Agustus 2019

Published Agustus 13, 2019 by with 0 comment

BESARAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI





Perhatikan di sekitar kita! Apa yang hendak kita lakukan jika kita hendak mengukur panjang, massa* (yang dimaksud adalah ‘berat’ dalam istilah sehari-hari*), atau waktu? Barangkali kita sudah mengenal beberapa alat ukur yang ada di sekitar, seperti mistar (pengukur panjang), timbangan (pengukur massa), jam/ arloji/ stopwatch (pengukur waktu), thermometer (pengukur suhu), dan lain sebagainya. 

Amati bahwa setiap alat pengukuran tersebut ternyata mempunyai skala yang digambarkan sebagai susunan garis-garis yang teratur. Selanjutnya amati skala pada masing-masing alat ukur tersebut.

Perhatikan gambar di atas. Tampak mistar dengan satuan cm tertulis. Skala pada alat ukur mistar tersebut adalah 1 cm ditunjukkan pada garis-garis dengan bilangan berurutan 0, 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya. Perhatikan bahwa jarak pada 0 ke 1 adalah 1 cm, begitu juga jarak dari 1 ke 2, 2 ke 3, 3 ke 4, 4 ke 5, dan seterusnya…. adalah 1 cm. 
Maka dikatakan skala alat ukur tersebut adalah 1 cm.

Untuk mengubah satuan pengukuran ke satuan internasional, pertama-tama kita perlu mengetahui beberapa satuan internasional, yaitu:

1. Besaran Pokok

Besaran panjang : Satuannya meter (disingkat m)
Besaran waktu : Satuannya detik (disingkat det atau ‘s’ singkatan dari second dalam bahasa Inggris)
Besaran massa : Satuannya kilogram (disingkat kg sama dengan satuan berat dalam kehidupan sehari-hari)
Besaran suhu : Satuannya celcius (disingkat °C)

2. Besaran Turunan

Besaran luas : Satuannya meter persegi (disingkat m2 )
Besaran volum : Satuannya meter kubik (disingkat m3 )
Besaran kecepatan : Satuannya meter per detik (ditulis m/ det )
Massa jenis atau berat jenis : Satuannya kilogram per meter kubik (ditulis kg/m3)
Besaran pokok ada tujuh, antara lain :
1. Panjang,
2. Massa,
3. Waktu,
4. Suhu,
5. Kuat arus,
6. Intensitas cahaya, dan
7. Jumlah zat.
Pada pembahasan saat ini hanya dibahas tiga besaran pokok yang paling berpengaruh dan berperan dalam pengukuran sehari-hari, yaitu:
1. Besaran panjang, juga meliputi lebar, tebal, tinggi, jarak, jari-jari, diameter, keliling.
2. Besaran massa, atau biasa dikenal sebagai ‘berat’ dalam konteks kehidupan sehari-hari

3. Besaran waktu

Besaran pokok yang lainnya akan dibahas pada saat yang bersesuaian dengan pokok bahasan, misalnya mengenai besaran kuat arus listrik akan dibahas pada pokok bahasan mengenai listrik. Selain besaran pokok terdapat besaran turunan. Besaran turunan merupakan hasil kombinasi dari beberapa besaran pokok, misalnya luas, volum, dan kecepatan.


Contoh :
1. Luas merupakan hasil kombinasi dari dua besaran panjang, yaitu panjang dan lebar.
Luas = panjang x lebar
(satuannya m x m = m2)

2. Volume merupakan hasil kombinasi dari tiga besaran panjang, yaitu panjang, lebar, dan tinggi.
Volume = panjang x lebar x tinggi ( untuk balok )
(satuannya m x m x m = m3)

3. Kecepatan merupakan kombinasi dari besaran panjang dan besaran waktu.
Kecepatan = jarak/waktu
(satuannya m/s)

Keterangan:
‘Massa’ dan ‘berat’ merupakan istilah yang sama dalam kehidupan sehari-hari, namun dibedakan dalam konteks fi sika. Massa suatu benda selalu tetap dimanapun berada, sementara berat benda dipengaruhi oleh gravitasi. Oleh karena itu benda bermassa 1 kg, beratnya di bumi 1 kg. Namun di bulan yang pengaruh gravitasinya sangat rendah, berat benda itu hanya sekitar 0,17 kg, tapi massanya dianggap tetap 1kg.

Contoh:
Suatu alat ukur timbangan dengan penunjuk satuan skala seperti berikut



Berapa satuan skala pada alat ukur tersebut?
Jawab:
Untuk setiap skala 100 terdapat 2 garis penunjuk. Artinya untuk setiap satu skala:


jadi satuan skala alat ukur tersebut adalah 50 gram


Lanjut Baca
      edit
Published Agustus 13, 2019 by with 0 comment

PENGUKURAN

PKBM BINAWARGA

Pengantar


Apa yang dimaksud dengan pengukuran? Apa hubungannya dengan besaran? Juga apa yang dimaksud dengan satuan? Bagaimana peran pengukuran da lam kehidupan kita sehari-hari. Pengukuran merupakan kegiatan sangat dibutuhkan oleh manusia. Dalam melakukan peng ukuran selalu melibatkan besaran dan satuan. 

Pada dasarnya, peng ukuran merupakan kegiatan yang diperlukan dalam membandingkan suatu besaran dengan besaran lainnya secara akurat dan universal. Akurat dalam arti sesuai dengan ukuran yang se benarnya menurut acuan standar in ternasional; universal karena dapat di gunakan di segala tempat dan wilayah. Tan pa konsep pengukuran yang memadai dan sesuai kebutuhan, manusia tidak akan mampu melakukan usaha seperti berdagang, bertani, berkebun, bertukang, dan banyak pekerjaan lainnya secara optimal. Karena pekerjaan-pekerjaan tersebut selalu melibatkan konsep pengukuran

Pengertian Pengukuran

Perhatikan kegiatan manusia sehari-hari di sekitar kita. Kita sering melihat kegiatan manusia yang sedang melakukan pengukuran. Misalnya ketika melihat jam atau arloji, atau ketika ingin me ngetahui jarak dari tempat yang satu dengan yang lain. Kegiatan ter sebut berhubungan dengan peng ukuran. Dengan kata lain, peng ukuran merupakan kegiatan sehari-hari yang perlu dilakukan agar kita lebih mudah dalam me nempuh kehidupan. Bayangkan seandainya kita tidak bisa melakukan pengukuran, seperti melihat waktu, mengukur jarak, dan menimbang berat, maka kita akan selalu terlambat dalam menepati janji atau ke tempat kerja, bahkan kesulitan dalam memasak sesuai dengan resep karena tidak bisa menentukan jumlah bahan yang tepat dalam meramu masakan. 

Dalam kehidupan sehari-hari hampir pasti kita pernah melakukan pengukuran, misalnya mengukur tinggi badan dengan mistar, pedagang beras mengukur berat beras yang dijual dengan menggunakan timbangan atau neraca. Juga mengukur waktu agar kita tidak terlambat ke tempat kerja. Pengukuran begitu penting dalam kehidupan kita sehari-hari sehingga kita perlu mengetahui cara mengukur dan alat ukur yang sesuai.

ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN PENGUKURAN

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan cara berpikir untuk memahami gejala alam melalui penelitian/penyelidikan. IPA meliputi sikap ilmiah, proses ilmiah, produk IPA dan aplikasi IPA. Sikap ilmiah antara lain meliputi rasa ingin tahu tentang objek gejala alam yang perlu dipecahkan melalui proses ilmiah, yaitu penelitian/penyelidikan. Hasil penelitian/penyelidikan akan menghasilkan produk IPA. Produk IPA ini baru memiliki nilai manfaat jika bisa diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan manusia untuk hidup lebih baik.

Oleh karena itu perlu dicermati bahwa kegiatan penelitian/penyelidikan sangat diperlukan untuk menghasilkan produk IPA yang bermanfaat bagi manusia. Dalam kegiatan penelitian/penyelidikan, salah satu bagian terpenting adalah melakukan pengamatan terhadap objek sehingga bisa menghasilkan data yang seakurat mungkin seperti kenyataannya. Hal ini membutuhkan pengukuran yang cermat dan teliti, serta cukup detil untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya tentang objek yang teramati. Oleh karena itu tidak akan ada produk IPA yang baik dan bermanfaat bagi manusia, tanpa melibatkan pengukuran. 

Dalam melakukan pengukuran selalu melibatkan dua hal berikut ini yaitu: besaran dan satuan. Apa yang dimaksud besaran dan satuan? 
  • Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dengan cara dibandingkan, memiliki satuan dan dinyatakan dengan angka-angka (atau nilai).
  • Satuan adalah pembanding di dalam mengukur suatu besaran. 
  • Mengukur adalah membandingkan besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan.
Pengertian Satuan Baku dan Satuan Tak Baku

a. Satuan Baku
Pada pembahasan sebelumnya Anda telah mengenal besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok maupun besaran turunan dapat diukur dengan menggunakan satuan baku maupun satuan tak baku. Satuan baku telah diakui secara internasional, karena hasil pengukurannya selalu tetap biarpun diukur oleh siapapun dan dimanapun berada. 

Contoh satuan baku adalah: meter, kilogram, detik, liter, sentimeter, meter persegi, meter kubik, dan lainnya.

b. Satuan Tak Baku
Satuan tak baku, disebut demikian karena hasil pengukurannya bisa berbeda-beda bergantung pada kondisi. Misalnya satuan jengkal yang menggunakan jari tangan manusia, mempunyai kelemahan karena ukuran tangan manusia tidak selalu sama. Begitu juga saat menggunakan satuan gayung, cangkir dan lainnya.

Contoh satuan tak baku : depa, gayung, cangkir, sloki, kaleng, dan lainnya. Dapatkah Anda
menyebutkan satuan tak baku lainnya?

Contoh Soal 1:
Setelah diukur dengan satuan jempol, panjang buku tersebut 11½ jempol (inci). Berapa kira-kira
nilai tersebut dalam Satuan Internasional?
Jawab:
Diketahui 1 jempol = 2,5 cm = 0,025 m, => maka 11½ x 0,025 m = 0,2875 m

Lanjut Baca
      edit